Sementara itu, nasabah yang memiliki rekening operasional usaha dapat menggunakan layanan BNIdirect Bisnis. Platform tersebut dirancang sebagai solusi digital terpadu bagi pelaku usaha dengan berbagai fitur, antara lain transfer instan, otorisasi transaksi oleh satu pengguna, transaksi massal, serta rekap laporan keuangan untuk memantau arus kas bisnis.
Di samping itu, BNI juga mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan bank. Perseroan menegaskan tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti OTP, PIN, CVC, user ID, maupun password.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Anda yang terus memilih BNI sebagai mitra dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan," jelasnya.
Sebagai informasi saja, BBNI membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2025, khususnya dari sisi top line.
Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Rabu (4/2/2026), BBNI mencatat pendapatan bunga sebesar Rp69,39 triliun pada 2025. Angka ini naik 4,22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp66,58 triliun.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, beban bunga BBNI naik 11,33% secara tahunan menjadi Rp29,06 triliun. Sementara, pendapatan bunga bersih BBNI tercatat Rp40,33 triliun, mengalami sedikit penurunan 0,36% secara tahunan dari sebelumnya Rp40,48 triliun.
Penurunan tersebut masih bisa dikompensasi oleh kenaikan pendapatan operasional lain sebesar 5,52% secara tahunan menjadi Rp23,89 triliun.
Sehingga, laba bersih diumumkan tahun berjalan diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun dari sebelumnya Rp21,46 triliun.
(ell)




























