Logo Bloomberg Technoz

Pada bagian lain, rekor suhu yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir membuat para ilmuwan mempertanyakan apakah laju kenaikan suhu sedang mempercepat. 

Memperlihatkan hal tersebut sulit dilakukan karena fluktuasi alami suhu. Para peneliti menyaring “noise” untuk membuat “sinyal pemanasan jangka panjang yang mendasar” lebih jelas terlihat, kata Grant Foster, salah satu penulis studi dan ahli statistik berbasis di AS.

Para peneliti mengisolasi fenomena termasuk fase cuaca El Niño, letusan gunung berapi, dan intensitas sinar matahari. Ketika melihat kenaikan suhu tanpa pengaruh fenomena tersebut, tim menyimpulkan bahwa bukti menunjukkan “kuat” bahwa pemanasan yang dipercepat tidak disebabkan pada aktivitas tahun 2023 dan 2024 yang tidak biasa panas, tetapi sejak 2015 suhu global telah menyimpang dari jalur pemanasan yang lebih lambat sebelumnya.

Ilustrasi Planet Bumi yang semakin panas. dok: Nick Paleologos/Bloomberg

Laporan baru ini menambah bukti bahwa perubahan iklim memiliki dampak lebih cepat dan lebih besar pada planet Bumi daripada yang dipahami para ilmuwan. Sebuah studi terpisah yang diterbitkan pada pekan lalu menemukan bahwa banyak penelitian tentang kenaikan permukaan laut mengabaikan seberapa banyak air di sepanjang pantai yang sudah naik. 

“Apabila laju pemanasan dalam 10 tahun terakhir terus berlanjut, hal itu akan menyebabkan pelampauan batas 1,5°C Perjanjian Paris sebelum tahun 2030,” kata Stefan Rahmstorf, penulis utama studi pemanasan dan peneliti di Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim.

“Seberapa cepat Bumi terus memanas pada akhirnya bergantung pada seberapa cepat kita mengurangi emisi CO2 global dari bahan bakar fosil menjadi nol,” pungkas dia.

(bbn)

No more pages