“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif,” kata Fajriyah lewat keterbukaan informasi dikutip Jumat (6/3/2026).
Di sisi lain, beban pokok pendapatan PGAS turut bergerak naik ke level US$3,27 miliar pada 2025 dari posisi beban tahun sebelumnya sebesar US$3,03 miliar.
Sepanjang 2025, PGAS mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara volume transmisi gas bumi naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.
Kinerja operasional juga belakangan diperkuat segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.
Sementara itu, PGAS mencatat volume penyaluran minyak sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.
Sepanjang 2025, PGAS memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi jargas, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84%.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN,” kata Fajriyah.
Sementara itu, kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari, naik 8%.
Sedangkan pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD. Pada segmen LNG Trading Internasional, PGAS berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025.
Di sisi lain, total liabilitas PGAS sampai akhir 2025 mencapai US$2,62 miliar, berasal dari liabilitas jangka pendek US$1,16 miliar dan liabilitas jangka panjang U$1,45 miliar.
Adapun, total aset PGAS bergerak ke level US$6,23 miliar, berasal dari aset lancar sebesar US$2,07 miliar dan aset tidak lancar US$4,15 miliar. Sementara itu, PGAS mencatat ekuitas neto sebesar US$3,6 miliar sampai akhir 2025.
(naw)





























