Endang juga menjelaskan bahwa paparan informasi yang menimbulkan ketakutan dapat memunculkan sejumlah tanda pada kondisi psikologis seseorang. Gejala tersebut biasanya muncul pada berbagai aspek perilaku maupun kondisi fisik.
“Biasanya mereka berdampak pada beberapa aspek, jadi ketakutan, jadi curigaan, tidak bisa tidur, keringat dingin, tidak nafsu makan, tidak fokus bekerja atau mungkin saja belajar jadi tidak optimal,” jelasnya.
Menurut Endang, tanda-tanda tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang, termasuk produktivitas dalam bekerja maupun belajar.
Isu mengenai potensi konflik global kembali ramai diperbincangkan setelah video lama yang menampilkan pernyataan Vladimir Zhirinovsky viral di media sosial. Dalam video tersebut, Zhirinovsky memperingatkan kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah yang menurutnya berpotensi memicu perang berskala global.
Dalam rekaman yang dibuat pada 2022, beberapa bulan sebelum kematiannya, mantan pemimpin Partai Demokrat Liberal Rusia itu menyebut konflik Rusia dan Ukraina bukanlah faktor utama yang perlu dikhawatirkan. Ia justru menyoroti kemungkinan konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.
Ia juga menyebut Israel berpotensi menargetkan fasilitas nuklir Iran yang kemudian dapat memicu respons dari Teheran dan membuka peluang intervensi Amerika Serikat.
“Iran bukanlah Vietnam, Korea Utara, atau Kosovo. Inilah peristiwa yang paling mengerikan,” kata Zhirinovsky.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memulai serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Israel juga melakukan serangan ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan ke wilayah Israel tidak lama setelah meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Hingga Kamis (5/3), jumlah korban tewas di Iran dilaporkan mencapai lebih dari 1.000 orang, termasuk 181 anak-anak. Sementara itu, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan menyebabkan 72 korban jiwa.
(rtd)


























