Logo Bloomberg Technoz

Selain konversi molis, Bahlil menyatakan satgas tersebut bakal mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total 100 gigawatt (gw).

"Nah, kaitan dengan hal tersebut, Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," kata dia.

Lebih lanjut, satgas yang diketuai Bahlil tersebut juga bakal mempercepat konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke PLTS. Dia menyebut langkah ini diharapkan dapat mengurangi subsidi listrik.

“Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” paparnya.

Pada 2024, Kementerian ESDM meluncurkan program konversi gratis molis sebanyak 1.000 unit bagi masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Agustus.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi saat itu menjabarkan program ini merupakan kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha milik negara (BUMN) melalui program corporate social responsibility (CSR).

Dalam hal ini, pemerintah mengucurkan anggaran Rp14,8 miliar untuk konversi motor listrik 1.480 unit pada 2024. Dengan kata lain, pemerintah menggelontorkan Rp10 juta untuk 1 unit konversi motor listrik, sedangkan sisanya ditanggung dari dana CSR.

"Nah, ini dibantu memang dari Rp10 juta [anggaran pendapatan dan belanja negara] ditambah CSR. Jadi memang ada additional fee yang Rp10 juta ditambah Rp7 juta atau Rp5 juta atau Rp6 juta, kan variasi tergantung jenis motornya," katanya ditemui di kompleks Parlemen, Kamis (23/1/2025).

(azr/ros)

No more pages