BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih cenderung tertekan dengan target support terdekat pada 7.885–7.715 dan resistance di kisaran 8.000–8.060.
Secara teknikal, level 7.940 menjadi support penting, sementara resistance berada di 8.350 dengan last price indikatif di 8.016. Arah jangka pendek masih sangat bergantung pada perkembangan konflik AS–Iran, terutama jika eskalasi berdampak signifikan pada harga energi dan inflasi global.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mencatat IHSG ditutup turun 0,96% dengan net sell asing sekitar Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain ANTM, BBRI, AADI, MDKA, dan INCO.
Menurutnya, IHSG masih berpotensi melemah kembali dengan pengujian support 7.900. “Waspadai jika tembus 7.900, potensi koreksi bisa berlanjut hingga 7.450,” tulisnya dalam riset. Ia memetakan area support lanjutan di 7.650–7.750 dan resistance di 8.000–8.050.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan:
- TAPG – Buy
- ISAT – Buy
- BOAT – Buy
- CMRY – Sell
Sementara BNI Sekuritas memberikan trading idea untuk saham:
- AMRT
- MEDC
- PGAS
- BUVA
- ASII
- KLBF
(dhf)




























