Logo Bloomberg Technoz

Dia menjelaskan jika eskalasi terus memanas dan harga impor minyak meningkat maka akan menekan defisit. Akan tetapi, dia akan terus mengoptimalkan pengumpulan pajak hingga penerimaan cukai tidak akan bocor. 

“Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” tuturnya. 

Di sisi lain, dia menjamin adanya suplai minyak di tengah kekhawatiran akan kelangkaan stok minyak lantaran gangguan yang terjadi Selat Hormuz. 

“Saya bisa hitung dengan asumsi tadi, kita masih bisa kendalikan defisit kita. Kita masih bisa atur nggak masalah,” katanya. 

Dia menambahkan, sekalipun tekanan global meningkat, perekonomian nasional tetap dapat bertahan selama permintaan domestik berkontribusi sekitar 90% terhadap ekonomi masih tetap terjaga.

Adapun, pada Senin (2/3/2026), harga West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga 8,07% ke level sekitar US$72,43/barel. Sementara minyak Brent untuk pengiriman Mei melonjak 12% menjadi US$81,37 per barel pada pukul 7.01 pagi di Singapura.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, yang dibalas dengan rentetan rudal yang ditujukan ke beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan Amerika akan terus membombardir Iran sampai tujuannya tercapai.

Lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz—titik krusial di lepas pantai Iran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—telah terhenti secara efektif akibat jeda sukarela oleh pemilik kapal, meski belum ditutup secara resmi.

(ell)

No more pages