Bank sentral memperkirakan sekitar 30% uang kertas itu diambil warga dari tempat kejadian.
Pihak militer dan polisi kini menjaga ketat area kecelakaan sementara warga masih memunguti uang kertas itu hingga Sabtu dini hari.
"Kami memperkirakan sebanyak 20 ribu warga mencoba memunguti uang tersebut," kata Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri Hernan Paredes kepada media lokal.
"Ada juga kelompok pengacau di antara warga, itu sebabnya kami menahan 49 orang," tambah Paredes.
Bolivia adalah salah satu negara termiskin Amerika Latin. Negara ini sekarang menghadapi inflasi tertinggi di wilayah, naik hampir 25% dri tahun lalu, namun turun di bawah 20% dalam beberapa bulan terakhir setelah Presiden Roodrigo Paz mencoba mengatasi krisis keuangan negara.
Uang kertas itu bernilai antara 10 dan 50 bolivianos atau setara dengan US$1,5 dan US$7. Saat ini upah minumum di Bolivia adalah 3.300 bolivianos.
Pernyataan tertulis bank sentral menyebut bahwa keabsahan uang yang tercecer itu sudah dicabut, dan semua diidentifikasi melalui nomor seri uang kertas tersebut. Regulator sistem finansial Bolivia, ASFI, juga memperingatkan warga untuk tidak menggunakan uang tersebut.
Meski bank bisa memverifikasi keabsahan uang dengan memeriksa nomor serinya, sulit bagi pedagang biasa untuk memeriksa setiap uang yang diterima dari konsumen. Hal ini terutama disebabkan karena uang itu legal dan akan lolos dari pemeriksaan apakaha uang itu palsu atau tidak. Bolivia masih mengandalkan uang tunai dalam transaksi sehari-hari.
Pihak berwenang juga mengatakan sebagian uang kertas itu memiliki nomor seri yang sudah ada dalam sirkulasi sehingga merumitkan upaya memisahkan uang yang berasal dari pesawat jatuh itu.
Pemerintah mengatakan warga yang memiliki uang yang legal bisa datang ke bank untuk menukarnya dengan uang bernomor seri lain.
(bbn)




























