Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, harga pangan bergejolak (volatile food) diperkirakan kembali mencatat inflasi sebesar 1,5% mom, dari sebelumnya deflasi 2% mom. Hal ini didorong oleh kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng, sejalan dengan meningkatnya permintaan musiman menjelang Idulfitri.

Terakhir, harga yang diatur pemerintah (administered prices) diproyeksikan mencatat inflasi ringan sebesar 0,1% mom dibandingkan dengan deflasi 0,3% mom sebelumnya. Meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi masih turun sekitar -3,1% mom secara rata-rata, tarif penerbangan meningkat sebesar 5,3% mom.

Namun, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tiket sebesar 17%–18% untuk pembelian tiket pada periode 10 Februari–29 Maret, yang sebagian mengimbangi kenaikan tarif penerbangan.

Terpisah, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Faisal Rachman menjelaskan inflasi IHK Februari 2026 secara tahunan diproyeksikan meningkat lebih jauh di atas kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%, terutama mencerminkan efek basis yang rendah dari tahun sebelumnya.

Inflasi IHK utama diperkirakan meningkat menjadi 4,47% yoy pada Februari 2026 dari 3,55% yoy pada Januari 2026. Hal ini terutama didorong oleh efek basis rendah yang berasal dari diskon tarif listrik tahun lalu, yang menyebabkan deflasi tahunan pada Februari 2025.

“Kenaikan ini juga didukung oleh permintaan musiman selama Ramadan, yang tahun ini jatuh pada Februari dibandingkan Maret tahun lalu,” ujar Faisal.

Sejalan dengan itu, inflasi inti diproyeksikan naik tipis dari 2,45% yoy menjadi 2,5% yoy pada Februari 2026, dengan harga emas yang tetap tinggi turut berkontribusi terhadap kenaikan tersebut. Proyeksi inflasi inti menunjukkan bahwa inflasi tetap terkendali dan berada dalam kisaran target, sehingga memberikan tekanan yang terbatas bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI rate meskipun inflasi headline meningkat.

Secara bulanan, IHK diperkirakan mencatat inflasi yang relatif tinggi, mencerminkan tekanan permintaan musiman selama Ramadan. IHK umum diproyeksikan mencatat inflasi sebesar 0,41% mom pada Februari 2026, berbalik dari deflasi 0,15% mom pada Januari 2026.

“Kenaikan ini terutama didorong oleh permintaan musiman terkait Ramadan, khususnya untuk makanan dan minuman, jasa makan minum, serta barang dan jasa lain yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan dan perayaan,” ujarnya.

Inflasi harga bergejolak secara bulanan diperkirakan meningkat, terutama untuk komoditas utama seperti daging ayam, cabai rawit, dan cabai merah. Namun, kenaikan tersebut kemungkinan akan sebagian terimbangi oleh penurunan harga bawang merah di tengah musim panen hortikultura yang sedang berlangsung, yang mendukung pasokan.

Inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) secara bulanan juga diproyeksikan meningkat, meskipun harga BBM nonsubsidi lebih rendah, akibat penyesuaian musiman tarif air (PDAM) serta kenaikan tarif transportasi udara dan darat.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Februari sebesar 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Laju inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari juga diperkirakan terakselerasi. Bahkan bisa sampai menyentuh level yang cukup tinggi.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, median proyeksi untuk inflasi Februari adalah 4,3% yoy. Jika terwujud, maka akan menjadi yang tertinggi sejak April 2023 atau hampir tiga tahun terakhir.

(lav)

No more pages