Logo Bloomberg Technoz

Pembayaran bunga “sangat mungkin” telah melampaui ambang batas kunci sebesar 15% dari pendapatan pemerintah pada tahun lalu, papar Rain Yin, Analis Sovereign dari S&P Global Ratings, dalam sebuah seminar daring mengenai regional Asia Pasifik pada Kamis, mengutip Bloomberg News.

Jika tetap berada di atas ambang tersebut secara berkelanjutan, hal itu dapat mendorong pandangan yang lebih negatif terhadap peringkat, terangnya.

Indonesia, yang memiliki aturan yang ditetapkan sendiri untuk membatasi defisit fiskal maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mencatat defisit 2,9% pada tahun lalu—lebih tinggi dari prediksi sejumlah ekonom/analis—akibat lesunya penerimaan negara.

Terlebih lagi, risiko penurunan status Indonesia dari Emerging Market (EM) saat ini, menjadi Frontier Market oleh MSCI juga masih membayangi pasar. 

Mencermati pada Mei mendatang MSCI akan kembali melakukan peninjauan. Kecemasan pasar bukan tanpa sebab, status EM tidak hanya sebatas label kategori pasar biasa, tetapi menjadi penentu utama arah aliran dana asing global yang berbasis indeks.

Tarif yang digagas Presiden AS Donald Trump juga jadi sentimen negatif bagi IHSG, putusan Mahkamah Agung (Supreme Courts) terhadap ke–legal–an tarif Trump justru tidak mengubah prospek keberlangsungan secara keseluruhan.

Penurunan tarif menjadi 10% dari sebelumnya 19% tergolong relatif kecil dan berpotensi dibatalkan apabila langkah-langkah kompensasi diberlakukan, sebut riset Bloomberg Intelligence.

Di sisi lain, perjanjian dagang yang telah ditandatangani dengan AS justru menghadirkan tantangan yang lebih besar. Kesepakatan tersebut membuka pasar domestik bagi produk–produk AS, sehingga meningkatkan persaingan bagi produsen lokal yang sebelumnya telah tertekan oleh praktik dumping.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut, Departemen Perdagangan AS disebut–sebut bakal memberlakukan tarif tinggi atas sejumlah produk yang diimpor dari Indonesia hingga sebesar 104,38% untuk impor sel dan panel surya. 

“Delegasi Perdagangan AS (United States Trade Representative/USTR) juga berencana membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri dan subsidi perikanan,” mengutip Phintraco dalam risetnya.

Presiden AS Donald Trump menandatangani tarif baru di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS,Rabu (2/4/2025). (Jim Lo Scalzo/EPA/Bloomberg)

USTR akan membuat keputusan mengenai jenis tarif apa yang harus diterapkan, yang membuat ketidakpastian di pasar semakin meningkat.

Penurunan IHSG tertahan MA–20 di rentang level 8.204, menyitir riset Phintraco, namun pembentukan histogram positif MACD kembali mengecil dan stochastic RSI membentuk death cross di overbought area.

“Sehingga IHSG masih berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 8.150 pada perdagangan Jumat.”

Phintraco memberikan rangkuman rekomendasi saham hari ini meliputi TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM.

Senada, analis BRI Danareksa Sekuritas memaparkan, tensi AS–Iran yang berpotensi melibatkan Rusia dan China turut memicu risk–off di Emerging Markets, termasuk pasar saham Indonesia.

Implementasi aturan minimum free float 15% turut memunculkan kekhawatiran potensi notasi khusus hingga risiko delisting bagi emiten yang belum siap, mendorong aksi jual.

Dengan berbagai sentimen, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 8.150 dengan resistance di 8.350. 

“Pasar menanti perkembangan negosiasi AS–Iran yang akan mempengaruhi arus risk asset dan pergerakan komoditas,” mengutip paparan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (27/2/2026).

Bersamaan dengan risetnya, BRI Danareksa memberikan rekomendasi saham hari ini, TINS, HRTA, dan INDF.

(fad/ain)

No more pages