Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI sendiri membukukan laba bersih sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Terlebih lagi, laba operasional BBRI berhasil mencapai Rp73,27 triliun.
Pada 2025, BBRI mencatat kenaikan pendapatan bunga konsolidasi 4,27% secara tahunan menjadi Rp207,78 triliun dari sebelumnya terbilang Rp199,27 triliun pada 2024, didorong oleh kinerja kredit BRI yang tumbuh solid.
Tercatat kredit BRI secara konsolidasi menguat 12,31% secara tahunan menjadi Rp1.521,49 triliun pada 2025. Menariknya, Bank BRI berhasil mencatat pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri perbankan nasional sepanjang 2025.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM.
"Pencapaian ini tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit perbankan nasional. Sepanjang tahun 2025, industri mencatat pertumbuhan sebesar 9,6%," papar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam Konferensi Pers kinerja perusahaan, Kamis.
Pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan solidnya kinerja intermediasi. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BRI menyentuh Rp1.466,84 triliun sepanjang 2025.
Sementara itu, total aset BRI sepanjang tahun pada periode tersebut mengalami pertumbuhan 7,1% menjadi Rp2.135,37 triliun. Sebagai pembanding, total aset BRI pada 2024 sebesar Rp1.992,18 triliun.
(fad)






























