Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Rini mengatakan Kementerian PANRB sudah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 27 Tahun 2021 tentang Peran Serta Pegawai Aparatur Sipil Negara sebagai Komponen Cadangan dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara pada 2021. 

Surat edaran tersebut memiliki lima poin. Pertama, keikutsertaan pegawai ASN dalam pelatihan Komcad merupakan bentuk dukungan terhadap pertahanan negara dan bentuk telah menerapkan nilai BerAKHLAK khususnya pada nilai loyal dengan panduan perilaku memegang teguh Ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, serta pemerintahan yang sah.

Kedua, mengharapkan kepada para pejabat pembina kepegawaian untuk mendorong dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pegawai ASN yang memenuhi syarat di instansinya untuk menjadi anggota Komcad. 

Ketiga, pegawai ASN yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi kompetensi sebagai calon Komcad wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama tiga bulan mendapatkan uang saku, perlengkapan perseorangan lapangan, rawatan kesehatan, dan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Mereka juga tetap menerima hak atas gaji dan tunjangan kinerja dan atau tunjangan jabatan, seperti ketika menjalankan tugas kedinasan di instansinya;

Keempat, pegawai ASN yang menduduki jabatan struktural tidak kehilangan jabatannya dan akan kembali menduduki jabatan tersebut jika selesai mengikuti pelatihan dasar kemiliteran. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) diharapkan menunjuk pelaksana harian yang menggantikan tugas pegawai ASN tersebut. 

Kelima, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau komite talenta agar memberikan pertimbangan positif sewaktu melakukan klasifikasi talenta bagi ASN yang terdaftar sebagai Komcad. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan pemerintah berharap bisa menjadikan seluruh ASN menjadi anggota Komcad. Namun, pada tahap awal, pemerintah baru akan melatih sekitar 4.000 ASN dari seluruh kementerian dan lembaga negara. 

Dia mengatakan, Kementerian Pertahanan sudah meminta sederet nama yang menjadi perwakilan institusi dari setiap kementerian atau lembaga untuk mengikuti pendidikan Komcad pada tahap awal tersebut. Nantinya, Kementerian Pertahanan akan melakukan proses seleksi untuk menentukan ASN yang memenuhi syarat dalam mengikuti pendidikan Komcad tersebut. 

"Kita akan harapannya bisa menjadikan seluruh ASN Komcad. Namun di awal ini kita akan mulai dengan 4.000 ASN yang akan kita didik Komcad," ujar Donny kepada awak media, Selasa (10/02/2026).

(dov/frg)

No more pages