Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia lainnya justru menguat. Misalnya Weighted Index (Taiwan), KOSPI (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), KOSDAQ (Korea Selatan), CSI 300 (China), PSEI (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), SETI (Thailand), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan TOPIX (Jepang), yang berhasil menguat dengan laju masing-masing 2.75%, 2,11%, 1,23%, 1,13%, 1,01%, 0,92%, 0,87%, 0,87%, 0,44%, 0,41%, dan 0,22%.

Di sisi berseberangan, Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), Straits Times (Singapura) dan KLCI (Malaysia), yang tertekan masing–masing 1,82%, 1,29%, 0,42%, dan 0,23%. 

Jadi, IHSG adalah bursa saham dengan pelemahan terdalam kedua di Asia. Hanya lebih baik dari Hang Seng.

Sentimen yang membuat IHSG tertekan sepanjang hari ini datang dari Wall Street, yang dini hari tadi waktu Indonesia ditutup anjlok lebih dari 1%. Ini terjadi di tengah volatilitas pasar akibat ketidakpastian yang berkelanjutan seputar kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Investor sedang mengevaluasi kembali setelah Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan menaikkan tarif dasar impor menjadi 15%, berlaku segera,” papar Phillip Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya.

Sebagai respons, Uni Eropa secara tegas menolak kenaikan tarif apa pun dan menyerukan kepada Pemerintah AS untuk mengklarifikasi langkah-langkah apa yang akan diambil.

(fad)

No more pages