Logo Bloomberg Technoz

Pembayaran kedua akan dilakukan dalam kurun waktu 30 hari hingga 45 hari ke depan. Sementara, pembayaran terakhir akan dibayarkan pada saat produksi, yang saat ini ditargetkan pada akhir 2027 mendatang.

"Ini merupakan langkah penting dalam mendorong proyek menuju keputusan investasi akhir [FID]," kata Miltos.

"Produksi pertama diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun depan, hampir satu dekade setelah penemuan lapangan tersebut."

Platform migas lepas pantai./Bloomberg-Eric Thayer

Lewat perjanjian akuisisi PI itu, Arsari Group juga berkomitken untuk mendanai seluruh pengembangan Lapangan Mako, Blok Duyung sampai onstream pada kuartal IV-2027.

Total kebutuhan investasi untuk membawa Lapangan Mako beroperasi komersial sekitar US$320 juta.

Nantinya, investasi Arsari itu bakal dikembalikan Conrad bertahap menurut bagian PI-nya setelah Lapangan Mako berproduksi.

Mengutip dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Nations Natuna Barat baru didirikan pada 9 September 2025 dengan fokus kegiatan usaha pertambangan gas alam dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

Adapun, Hashim Djojohadikusumo—yang notabene merupakan adik Presiden Prabowo Subianto — duduk langsung sebagai direktur utama  Nations Natuna Barat.

Kedua anaknya, Aryo P.S. Djojohadikusumo dan S Indrawati Djojohadikusumo masing-masing menjabat sebagai direktur dan komisaris.

Mayoritas saham Nations Natuna Barat dipegang Hashim lewat anak usaha Arsari Group, PT Nations Petroleum.

Lapangan Mako memiliki sumber daya kontijensi 2C (100%) sebesar 376 miliar kaki kubik (bcf). Pascatransakasi, gas jual bersih sebesar 63 bcf bakal menjadi hak Conrad (setelah bagian pemerintah), yang mencerminkan penurunan PI perusahaan berbasis di Singapura itu dari 76,5% menjadi 25%.

Proyek Mako mencakup pengembangan dua tahap berbasis enam sumur pengembangan awal yang dihubungkan ke mobile offshore production unit (MOPU) sewaan, dengan gas jual dialirkan melalui pipa sepanjang 59 kilometer ke platform KF di PSC Kakap yang bersebelahan.

Selanjutnya, gas akan terhubung ke pipa West Natuna Transport System (WNTS) dan selanjutnya ke pasar domestik melalui pipa cabang ke Pulau Pemping, Riau. Pipa cabang ini bakal dibangun oleh PT PLN Energi Primer Indonesia.

Nantinya, Gas dari hasil lapangan Mako akan dijual kepada PLN EPI. Jangka waktu kontrak berlaku hingga berakhirnya PSC Duyung pada Januari 2037 dan mengatur penjualan gas pada tingkat plateau sebesar 111 british thermal unit per day (BBtud), setara dengan 111,9 million standard cubic feet per day (MMscfd).

(ibn/naw)

No more pages