Logo Bloomberg Technoz

Stablecoin adalah jenis asset digital kripto yang dirancang untuk meniru harga aset utama, yang paling jamak adalah dolar AS. Trump menunjuk stablecoin sebagai prioritas nasional dalam perintah eksekutif tahun lalu, mendorong pertumbuhan pesat baik untuk USDT maupun dolar digital pesaing. 

Kesempatan tersebut telah mereda belakangan ini, sejalan dengan penjualan massal aset kripto yang meletus pada Oktober dan kini telah kehilangan nilai pasar sebesar US$2 triliun.

Walau begitu, pasokan stablecoin secara keseluruhan telah meningkat menjadi US$304,6 miliar hingga Februari ini, dari US$302,9 miliar pada akhir bulan sebelumnya, menurut data Artemis. Pasokan USDC, stablecoin peringkat kedua yang dikembangkan oleh Circle Internet Group Inc., naik menjadi $75,7 miliar, meningkat hampir 5% hingga Februari ini.

Di sisi lain, pasokan USDT mencapai puncaknya pada awal Januari di bawah US$187 miliar, sebelum turun di bawah US$184 miliar per 18 Februari. 

USDT Tether Siap Mengalami Penurunan Harga Bulanan Terbesar Sejak 2022 (Bloomberg)

Dukungan AS terhadap stablecoin memicu adopsi yang lebih luas dari bentuk uang baru ini di kalangan perusahaan teknologi dan keuangan. World Liberty Financial Inc., salah satu usaha kripto keluarga Trump, meluncurkan stablecoin bernama USD1 pada Maret.

Pada 2025, volume transaksi stablecoin secara keseluruhan melonjak 72% menjadi US$33 triliun, dipimpin oleh USDC yang mencatat transaksi senilai US$18,3 triliun, sementara USDT milik Tether mencatat US$13,3 triliun.

Tether memiliki saham kurang dari 1% di Artemis Analytics. 

(bbn)

No more pages