3. Koordinasi lintas negara telah dilakukan melalui mekanisme IHR antara Indonesia dan Australia, serta berkoordinasi dengan WHO Indonesia untuk memastikan respons sesuai standar internasional. Namun demikian pihak Australia juga masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kasus tersebut dan belum memberikan informasi lebih detail.
4. Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi dan penguatan surveilans sesuai SOP penanganan campak nasional. Hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan. Surveilans tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan.
5. Perlu ditegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus. Hingga saat ini tidak terdapat penetapan KLB campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif.
6. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi pelaku perjalanan internasional. Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.
Dalam informasi yang dilansir dari media news.com.au, pejabat kesehatan NSW Health mendesak para pelancong yang melintas di terminal domestik dan internasional Sydney Airport serta penumpang pada dua penerbangan untuk waspada terhadap campak, seiring bertambahnya jumlah lokasi paparan.
Instalasi Gawat Darurat (IGD) Northern Beaches Hospital dari pukul 11.40–20.50 dan Bangsal 4C dari pukul 20.08–01.56 pada 14 Februari, serta Brookvale Medical Urgent Care Clinic dari pukul 10.40–12.05 dan Advanced Health Pharmacydari pukul 16.45–17.30 pada 17 Februari juga terdampak.
Hal ini membuat jumlah lokasi paparan saat ini menjadi 55.
Siapa pun yang mengunjungi lokasi paparan diminta untuk memantau gejala selama 18 hari.
Sejumlah negara populer di Asia Tenggara tengah berjuang melawan wabah campak, termasuk Indonesia.
(spt)


























