Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menambahkan, inovasi QRIS Tap juga menunjukkan pertumbuhan.
BI mencatat QRIS Tap telah memproses lebih dari 475 ribu transaksi, tumbuh sekitar 7,9% secara bulanan (month to month/mtm). Dari sisi nominal, nilainya meningkat 6,4% (mtm) menjadi sekitar Rp4,6 miliar.
Filianingsih menjelaskan, rata-rata nilai transaksi (ticket size) berbeda antar sektor. Untuk transportasi, rata-rata transaksi sekitar Rp5.000, sedangkan di restoran dan ritel lainnya mencapai sekitar Rp70.000.
"Untuk QRIS Tap ini memang terus tumbuh untuk sektor transportasi maupun merchant untuk hotel dan restoran. Jadi hospitality area ini juga mulai menggunakan QRIS Tap," ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang fisik atau Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tetap tumbuh 12,41% (yoy) menjadi Rp1.267 triliun pada Januari 2026.
(ell)

























