Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global. Langkah ini juga ditempuh untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 4,75%, suku bunga Deposit Facility 3,75%, dan suku bunga Lending Facility 5,5%,” papar Perry di Konferensi Pers RDG BI Februari 2026, Kamis.
Tercatat saham–saham perbankan unggulan mengalami penurunan dengan nilai cukup besar pada perdagangan hari ini usai pengumuman BI Rate.
- Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,79% ke Rp5.075/saham. Total transaksi Rp686 miliar
- Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,56% ke Rp3.770/saham. Total transaksi Rp587 miliar
- Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terdepresiasi 1,37% ke Rp7.175/saham. Total transaksi Rp964 miliar
- Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merah 0,89% ke Rp4.450/saham. Total transaksi Rp241 miliar
(fad/aji)
No more pages



























