Logo Bloomberg Technoz

“Masalah suplai sudah teratasi, tapi masalah demand untuk kredit ini mungkin ada kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya. Dan kelemahan daya beli,” katanya.

Selain itu, ia menyebut tekanan eksternal terhadap perekonomian. Defisit neraca pembayaran disebut meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Meskipun neraca perdagangan mencatat surplus, arus modal keluar (capital outflow) menyebabkan pelemahan rupiah sekitar 4% sepanjang tahun lalu.

Pada kuartal berjalan tahun ini, rupiah juga tercatat melemah hampir 0,6 persen. Kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan sektor keuangan.

Di sisi lain, Senior Partner Wealth Management SMGC Capital, Mohit Mirpuri, menyatakan investor asing menunggu bukti konkret implementasi kebijakan, bukan sekadar pengumuman.

Dalam forum Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026), Mohit mengatakan kebijakan injeksi likuiditas yang diumumkan pada September tahun lalu perlu ditransmisikan secara efektif ke perekonomian, khususnya melalui penyaluran kredit ke sektor riil.

“Kini kami ingin melihat likuiditas tersebut benar-benar mengalir ke kredit. Karena hanya dengan begitu akan tercermin peningkatan kepercayaan dan kenaikan laba. Pada akhirnya, pasar ekuitas pun akan terus berkembang dan semakin matang,” ujarnya.

(art/roy)

No more pages