Bursa berjangka di AS, Chicago Mercantile Exchange (CME) Group CME mencatat korelasi kripto dengan indeks Nasdaq 100 pada 2025 dan awal 2026 mencapai angka 0,35-0,6. Sedangkan korelasi Bitcoin dengan emas dan dolar AS telah melemah sampai mendekati nol dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu merupakan perubahan dari 2022 dan 2023, ketika korelasi negatif Bitcoin dengan dolar AS mencapai sekitar minus 0,4. Dalam kondisi ini,Bitcoin diperdagangkan kurang seperti lindung nilai makro (makro hedge) dan lebih seperti faktor risiko teknologi yang sensitif terhadap likuiditas.
Hedging berarti Bitcoin bakal diuntungkan saat dolar AS melemah atau ketika investor mencari aset lindung nilai yang memiliki karakteristik seperti emas. Di samping itu, istilah teknologi beta tinggi (high-beta tech) merujuk pada perilaku BTC sebagai “saudara jauh” indeks Nasdaq 100 yang menggunakan dana pinjaman atau leverage, baik pada hari-hari dengan tren naik maupun turun.
Klaim emas digital belakangan ini dipandang makin melemah. Penjelasan CME dinyatakan amat lugas yaitu korelasi bergulir Bitcoin dengan emas tak pernah terlalu tinggi, mencapai puncaknya di angka 0,41 dalam basis 12 bulan selama era pelonggaran kuantitatif dan mendekati nol sejak 2024 lalu. Sementara, korelasi negatif BTC terhadap dolar AS, yang mencapai sekitar minus 0,4 pada 2022 dan 2023, pun melemah mendekati nol pada 2025 dan awal tahun ini.
Identitas lindung nilainya dikatakan belum mati, tetapi sedang tak aktif. Dalam rezim saat ini, Bitcoin tidak terlepas dari dolar AS saat mata uang fiat tersebut melemah, dan tak mengikuti pergerakan emas.
Trader Kembali ke Fundamental Logam
Bitcoin sebagai aset digital telah pedagang tinggalkan, sekaligus mengubah definisi atas daya tarik marko atas BTC. Aktivitas pemodal kini juga berbanding terbalik. Penyerapan dana untuk aktivitas transaksi logam mulai US$1,4 miliar, di sisi lain Bitcoin menarik sekitar US$300 juta, dalam catatan Bloomberg akhir Januari lalu.
Sejak awal tahun, saat diketahui bahwa logam mulia terus menanjak, muncul keraguan atas teori sebelumnya yang menyebut bahwa fungsi Bitcoin sebagai lindung nilai makro saat perdagangan ‘debasement trade’.
Daya tarik Bitcoin pudar, sementara emas tetap berkilau. Korelasi 30-hari antara keduanya turun menjadi -0.18, menunjukkan keduanya kini bergerak ke arah yang berlawanan. Hal yang jauh berbeda dibandingkan saat periode pandemi dimana aset kripto dan logam mulai sama-sama naik saat pasar khawatir atas pencetakan uang yang tidak terkendali.
Sementara itu, dompet kripto — yang dulu hanya digunakan untuk token — kini menawarkan akses langsung ke kontrak berjangka logam mulia, memperkuat kesan bahwa logam mulia semakin populer di kalangan investor digital.
Kaledora Fontana Kiernan-Linn, co-founder di bursa Ostium menggambarkan bahwa trader telah berpindah. “Trader kami sebagian besar adalah ‘whales’ kripto yang memulai karir mereka di kripto dan dalam 6–9 bulan terakhir semakin beralih ke kelas aset lain, terutama komoditas,” kata dia.
Sementara, persentase open interest terkait kripto di Ostium telah turun menjadi sekitar 5% dalam beberapa bulan terakhir, seperti dilaporkan Bloomberg News.
(wep)































