Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, jagung, atau singkong dinilai lebih baik karena dicerna lebih lambat sehingga energi dilepas secara bertahap. Kondisi ini membantu menjaga stamina sekaligus menekan risiko iritasi lambung selama puasa.
Ia juga mengingatkan kebiasaan langsung rebahan setelah sahur dapat memperburuk gejala asam lambung. “Orang kalau sahur cenderung ngantuk, begitu Anda rebahan, makanan akan ke atas lagi,” papar dr Tan.
Karena itu, penderita Gerd maupun maag disarankan memberi jeda sebelum tidur atau tetap dalam posisi duduk sejenak setelah makan. Cara ini membantu mencegah refluks asam lambung yang bisa mengganggu puasa dan kesehatan pencernaan.
Dengan memilih menu sahur yang seimbang, kaya serat, serta menjaga pola makan dan kebiasaan setelah makan, penderita Gerd maupun maag tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan minim keluhan.
(dec)































