Rupiah di Atas Rp18.000/US$, BI Beber Sederet Kebijakan Moneter
Mis Fransiska Dewi
29 July 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pelemahan mata uang garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi fokus utama melalui optimalisasi bauran kebijakan moneter yang tidak hanya bertumpu pada suku bunga acuan.
Pada Rabu (29/7/2026) pukul 08.05 WIB, rupiah offshore menguat 0,1% ke Rp18.149/US$, seiring terkikisnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) 0,1% ke 101,37.
Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengungkapkan, menjaga stabilitas merupakan prasyarat utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“BI terus berkomitmen menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," kata Erwin dalam siaran pers, Rabu (29/7/2026).
Erwin menjelaskan, BI terus meningkatkan optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut tidak hanya mengandalkan suku bunga acuan, tetapi juga diperkuat melalui berbagai instrumen moneter.
































