Logo Bloomberg Technoz

Yang Menolak Pengosongan Hotel Sultan

Andrean Kristianto
18 June 2026 14:10

Massa menolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK, Kamis (18/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Massa menolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK, Kamis (18/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan pengamanan yang besar untuk pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan eks Hotel Sultan.

Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan pengamanan yang besar untuk pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan eks Hotel Sultan.

Massa penolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan berujung bentrok dengan polisi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Massa penolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan berujung bentrok dengan polisi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebanyak 3.161 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta unsur terkait dikerahkan.

Sebanyak 3.161 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta unsur terkait dikerahkan.

Massa mencoba menghalangi personil gabungan yang ini masuk dengan lemparan batu dan bambu.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Massa mencoba menghalangi personil gabungan yang ini masuk dengan lemparan batu dan bambu.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kawat besi yang digunakan massa untuk mengahalu tim eksekusi akhirnya rusak saat kericuhan. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kawat besi yang digunakan massa untuk mengahalu tim eksekusi akhirnya rusak saat kericuhan. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kericuhan berangsur mereda setelah polisi menembakkan water cannon ke arah massa. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Kericuhan berangsur mereda setelah polisi menembakkan water cannon ke arah massa. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pasukan anti huru-hara dari TNI AD dan Brimob Polri maju ke depan dan berhasil memukul mundur massa simpatisan. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pasukan anti huru-hara dari TNI AD dan Brimob Polri maju ke depan dan berhasil memukul mundur massa simpatisan. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Usai memukul mundur massa simpatisan, personil gabungan berhasil masuk kedalam Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai memukul mundur massa simpatisan, personil gabungan berhasil masuk kedalam Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa massa aksi terlihat ditangkap oleh aparat kepolisian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa massa aksi terlihat ditangkap oleh aparat kepolisian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa karyawan terlihat masih berada di dalam hotel Sultan saat eksukusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa karyawan terlihat masih berada di dalam hotel Sultan saat eksukusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kericuhan di area Hotel Sultan sudah mulai mereda dan aparat serta juru sita masih terus melakukan penyisiran ke seluruh area hotel.

Kericuhan di area Hotel Sultan sudah mulai mereda dan aparat serta juru sita masih terus melakukan penyisiran ke seluruh area hotel.

Beberapa kali terlihat pengunjung hotel masih turun dari lift di dalam gedung Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa kali terlihat pengunjung hotel masih turun dari lift di dalam gedung Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa pengunjung hotel terlihat membawa koper dan keluarga saat eksekusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Beberapa pengunjung hotel terlihat membawa koper dan keluarga saat eksekusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai berhasil masuk, sejumlah petugas terlihat mendata inventaris hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai berhasil masuk, sejumlah petugas terlihat mendata inventaris hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Semua tempat di Hotel Sultah dilakukan pendataan aset. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Semua tempat di Hotel Sultah dilakukan pendataan aset. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas terlihat mencatat aset yang terdapat di dalam kamar hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas terlihat mencatat aset yang terdapat di dalam kamar hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses eksekusi berjalan tertib tanpa menimbulkan kerugian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses eksekusi berjalan tertib tanpa menimbulkan kerugian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pendataan menjadi tahapan penting setelah proses pengambilalihan aset negara selesai dilaksanakan di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pendataan menjadi tahapan penting setelah proses pengambilalihan aset negara selesai dilaksanakan di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Massa menolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK, Kamis (18/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan pengamanan yang besar untuk pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan eks Hotel Sultan.
Massa penolak eksekusi pengosongan lahan kawasan eks Hotel Sultan berujung bentrok dengan polisi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sebanyak 3.161 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta unsur terkait dikerahkan.
Massa mencoba menghalangi personil gabungan yang ini masuk dengan lemparan batu dan bambu.. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kawat besi yang digunakan massa untuk mengahalu tim eksekusi akhirnya rusak saat kericuhan. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Kericuhan berangsur mereda setelah polisi menembakkan water cannon ke arah massa. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pasukan anti huru-hara dari TNI AD dan Brimob Polri maju ke depan dan berhasil memukul mundur massa simpatisan. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Usai memukul mundur massa simpatisan, personil gabungan berhasil masuk kedalam Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Beberapa massa aksi terlihat ditangkap oleh aparat kepolisian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Beberapa karyawan terlihat masih berada di dalam hotel Sultan saat eksukusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kericuhan di area Hotel Sultan sudah mulai mereda dan aparat serta juru sita masih terus melakukan penyisiran ke seluruh area hotel.
Beberapa kali terlihat pengunjung hotel masih turun dari lift di dalam gedung Hotel Sultan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Beberapa pengunjung hotel terlihat membawa koper dan keluarga saat eksekusi pengosongan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Usai berhasil masuk, sejumlah petugas terlihat mendata inventaris hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Semua tempat di Hotel Sultah dilakukan pendataan aset. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas terlihat mencatat aset yang terdapat di dalam kamar hotel. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses eksekusi berjalan tertib tanpa menimbulkan kerugian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pendataan menjadi tahapan penting setelah proses pengambilalihan aset negara selesai dilaksanakan di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan pengamanan yang besar untuk pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan eks Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis (18/06/2026). Sebanyak 3.161 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta unsur terkait dikerahkan untuk mengawal eksekusi tersebut.

Personel gabungan yang dilibatkan berasal dari Personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Satpol PP, Damkar, serta unsur pengamanan lainnya.

Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz di lokasi massa yang menolak eksekusi pengosongan Blok 15 kawasan eks Hotel Sultan terlibat bentrok dengan personil gabungan yang melaksanakan eksekusi. Massa sempat melawan petugas dengan bambu dan lemparan batu.

Kericuhan berangsur mereda setelah polisi menembakkan water cannon ke arah massa. Tak lama aparat gabungan berhasil masuk kedalam Hotel Sultan. Di dalam hotel terlihat beberapa tamu masih berada di dalam dengan membawa koper.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, lahan eks Hotel Sultan ini merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah pada 1959 dalam rangka Asian Games ke-IV. 

"Selama 50 tahun aset ini digunakan oleh PT Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam prosesnya. Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini,” ujar Bambang kepada awak media, Kamis (18/06/2026). 

Kuasa hukum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Chandra Hamzah mengatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis seluruh tanah dan bangunan yang ada di eks kawasan Hotel Sultan sudah tercatat sebagai barang milik negara.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutuskan Perkara No. 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst. Dalam putusan tersebut, pengadilan telah memerintahkan PT Indobuildco melakukan pengosongan dan mengembalikan lahan serta bangunan kepada Kementerian Sekretariat Negara PPKGBK. Putusan ini bersifat uitvoerbaar bij voorraad (serta merta), yang artinya dapat dieksekusi langsung tanpa harus menunggu putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

(dre)