Kegelisahan Petani Korea Selatan Hadapi Perundingan Dagang Trump
News
30 July 2025 21:24
Bloomberg, Di sebuah kandang ternak yang panas di selatan Seoul, lalat-lalat beterbangan di atas ratusan sapi. Gambaran itu makin intens di tengah perundingan dagang antara AS dan Korea Selatan yang masih berlanjut.
Lee Jongtae, 62 tahun, telah beternak sapi dan menanam padi bersama keluarganya selama lebih dari 15 tahun di daerah pedesaan Cheonan, tepat di luar ibu kota.
Baca Juga
Kini, kedua sektor usahanya terancam karena pemerintahan Presiden Lee Jae Myung yang baru berusia dua bulan mempertimbangkan untuk memberikan akses yang lebih besar kepada AS ke pasar daging sapi dan beras Korea Selatan
Rencana ini menimbulkan kecemasan mendalam di kalangan petani karena topik tersebut pernah memicu protes besar pada tahun 2008.
Ribuan petani merasa terancam akan tertinggal jika Korea Selatan tidak mencapai kesepakatan dengan Washington sebelum batas waktu yang ditentukan.
Dibandingkan dengan dua dekade lalu, kekuatan politik petani kini melemah seiring dominasi sektor teknologi dan otomotif dalam ekonomi nasional.
Presiden Lee menghadapi risiko kehilangan dukungan publik jika konsesi kepada AS mengorbankan kepentingan petani.
Kemenangan politiknya baru-baru ini dan pemulihan ekonomi yang masih rapuh dapat terganggu apabila perundingan dagang ini memicu reaksi keras seperti sebelumnya.
Langkah-langkah yang dipertimbangkan, seperti pencabutan larangan daging sapi AS dari sapi berusia lebih dari 30 bulan dan perluasan kuota beras, dinilai strategis namun berpotensi mengulang krisis politik masa Presiden Lee Myung-bak pada 2008.
“Ini sensitif,” ujar Kichang Chung, pakar litigasi perdagangan internasional, menekankan pentingnya pembahasan isu ini dengan Amerika Serikat.
(bbn)






















