Logo Bloomberg Technoz

Kegelisahan Petani Korea Selatan Hadapi Perundingan Dagang Trump

News
30 July 2025 21:24

Pekerja memberi pakan sapi potong di sebuah kandang di Cheonan, Korea Selatan, Senin (28/7/2025). (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Pekerja memberi pakan sapi potong di sebuah kandang di Cheonan, Korea Selatan, Senin (28/7/2025). (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Para petani dan peternak di Korea Selatan gelisah disaat pemerintahnya sedang melakukan perundingan dagang dengan AS. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Para petani dan peternak di Korea Selatan gelisah disaat pemerintahnya sedang melakukan perundingan dagang dengan AS. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Pemerintah Korsel mempertimbangkan untuk memberikan akses yang lebih besar kepada AS ke pasar daging sapi dan beras. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Pemerintah Korsel mempertimbangkan untuk memberikan akses yang lebih besar kepada AS ke pasar daging sapi dan beras. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Rencana ini menimbulkan kecemasan di kalangan petani karena pernah memicu protes besar pada tahun 2008. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Rencana ini menimbulkan kecemasan di kalangan petani karena pernah memicu protes besar pada tahun 2008. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Tanpa konsesi, Korea Selatan berisiko mengalami kerugian kompetitif di sektor ekspor utama seperti otomotif. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Tanpa konsesi, Korea Selatan berisiko mengalami kerugian kompetitif di sektor ekspor utama seperti otomotif. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Pekerja memberi pakan sapi potong di sebuah kandang di Cheonan, Korea Selatan, Senin (28/7/2025). (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Para petani dan peternak di Korea Selatan gelisah disaat pemerintahnya sedang melakukan perundingan dagang dengan AS. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Pemerintah Korsel mempertimbangkan untuk memberikan akses yang lebih besar kepada AS ke pasar daging sapi dan beras. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Rencana ini menimbulkan kecemasan di kalangan petani karena pernah memicu protes besar pada tahun 2008. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Tanpa konsesi, Korea Selatan berisiko mengalami kerugian kompetitif di sektor ekspor utama seperti otomotif. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Bloomberg, Di sebuah kandang ternak yang panas di selatan Seoul, lalat-lalat beterbangan di atas ratusan sapi. Gambaran itu makin intens di tengah perundingan dagang antara AS dan Korea Selatan yang masih berlanjut. 

Lee Jongtae, 62 tahun, telah beternak sapi dan menanam padi bersama keluarganya selama lebih dari 15 tahun di daerah pedesaan Cheonan, tepat di luar ibu kota.

Kini, kedua sektor usahanya terancam karena pemerintahan Presiden Lee Jae Myung yang baru berusia dua bulan mempertimbangkan untuk memberikan akses yang lebih besar kepada AS ke pasar daging sapi dan beras Korea Selatan 

Rencana ini menimbulkan kecemasan mendalam di kalangan petani karena topik tersebut pernah memicu protes besar pada tahun 2008.

Ribuan petani merasa terancam akan tertinggal jika Korea Selatan tidak mencapai kesepakatan dengan Washington sebelum batas waktu yang ditentukan.

Dibandingkan dengan dua dekade lalu, kekuatan politik petani kini melemah seiring dominasi sektor teknologi dan otomotif dalam ekonomi nasional.

Presiden Lee menghadapi risiko kehilangan dukungan publik jika konsesi kepada AS mengorbankan kepentingan petani.

Kemenangan politiknya baru-baru ini dan pemulihan ekonomi yang masih rapuh dapat terganggu apabila perundingan dagang ini memicu reaksi keras seperti sebelumnya.

Langkah-langkah yang dipertimbangkan, seperti pencabutan larangan daging sapi AS dari sapi berusia lebih dari 30 bulan dan perluasan kuota beras, dinilai strategis namun berpotensi mengulang krisis politik masa Presiden Lee Myung-bak pada 2008.

 “Ini sensitif,” ujar Kichang Chung, pakar litigasi perdagangan internasional, menekankan pentingnya pembahasan isu ini dengan Amerika Serikat.

(bbn)