Logo Bloomberg Technoz

KPR di Inggris Meningkat Usai Pulih dari Dampak Kenaikan Pajak

News
30 July 2025 16:21

Agen properti memasang tanda ‘dijual’ dan ‘disewakan’ di luar properti hunian di Guildford, Inggris, Senin (28/7/2025). (Jason Alden/Bloomberg)

Agen properti memasang tanda ‘dijual’ dan ‘disewakan’ di luar properti hunian di Guildford, Inggris, Senin (28/7/2025). (Jason Alden/Bloomberg)

Jumlah pinjaman KPR di Inggris yang disetujui naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)

Jumlah pinjaman KPR di Inggris yang disetujui naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)

Hal tersebut dikarenakan pasar perumahan terus pulih dari dampak kenaikan pajak di bulan April. (Jason Alden/Bloomberg)

Hal tersebut dikarenakan pasar perumahan terus pulih dari dampak kenaikan pajak di bulan April. (Jason Alden/Bloomberg)

Hal ini menambah bukti bahwa permintaan mulai stabil setelah terguncang oleh kenaikan pajak properti. (Jason Alden/Bloomberg

Hal ini menambah bukti bahwa permintaan mulai stabil setelah terguncang oleh kenaikan pajak properti. (Jason Alden/Bloomberg

Meskipun demikian, pasar perumahan menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dan kecemasan tentang prospek ekonomi. (Jason Alden/Bloomberg)

Meskipun demikian, pasar perumahan menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dan kecemasan tentang prospek ekonomi. (Jason Alden/Bloomberg)

Data BOE juga menunjukkan bahwa pinjaman tanpa jaminan kepada konsumen naik sebesar £1,4 miliar pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)

Data BOE juga menunjukkan bahwa pinjaman tanpa jaminan kepada konsumen naik sebesar £1,4 miliar pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)

Namun konsumen tetap berhati-hati dengan preferensi yang berkelanjutan untuk menabung daripada membelanjakan. (Jason Alden/Bloomberg)

Namun konsumen tetap berhati-hati dengan preferensi yang berkelanjutan untuk menabung daripada membelanjakan. (Jason Alden/Bloomberg)

Agen properti memasang tanda ‘dijual’ dan ‘disewakan’ di luar properti hunian di Guildford, Inggris, Senin (28/7/2025). (Jason Alden/Bloomberg)
Jumlah pinjaman KPR di Inggris yang disetujui naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)
Hal tersebut dikarenakan pasar perumahan terus pulih dari dampak kenaikan pajak di bulan April. (Jason Alden/Bloomberg)
Hal ini menambah bukti bahwa permintaan mulai stabil setelah terguncang oleh kenaikan pajak properti. (Jason Alden/Bloomberg
Meskipun demikian, pasar perumahan menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dan kecemasan tentang prospek ekonomi. (Jason Alden/Bloomberg)
Data BOE juga menunjukkan bahwa pinjaman tanpa jaminan kepada konsumen naik sebesar £1,4 miliar pada bulan Juni. (Jason Alden/Bloomberg)
Namun konsumen tetap berhati-hati dengan preferensi yang berkelanjutan untuk menabung daripada membelanjakan. (Jason Alden/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jumlah pinjaman untuk perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR) di Inggris yang disetujui mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada Juni 2025. Data Bank of England mencatat persetujuan hipotek naik menjadi 64.167 dari 63.288 pada Mei, melampaui perkiraan ekonom sebesar 63.100.

Penyaluran pinjaman hipotek bersih meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi £5,3 miliar. Kenaikan ini menunjukkan stabilisasi permintaan setelah dampak kenaikan pajak properti yang memicu lonjakan pembelian sebelum April dan perlambatan sesudahnya.

"Aktivitas pinjaman bea meterai terus pulih pada Juni, seiring dengan meredanya dampak perubahan ambang batas bea meterai pada April,” ujar Matt Swannell. Ia menambahkan bahwa meski suku bunga diperkirakan menurun, keterjangkauan perumahan dan hipotek masih terbatas, sehingga pemulihan akan berlangsung bertahap hingga 2026.

Pinjaman tanpa jaminan kepada konsumen naik sebesar £1,4 miliar pada Juni, didorong oleh peningkatan tajam dalam penggunaan kartu kredit. Meski begitu, rumah tangga menabung lebih banyak, dengan total simpanan mencapai £7,8 miliar, jauh di atas rata-rata enam bulan sebesar £5,6 miliar.

(bbn)