Kilang Balikpapan Bangun Kesadaran Literasi Media Mahasiswa

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balikpapan menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem informasi yang sehat melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Literasi Media. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya literasi media di era digital.
Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Balikpapan. Para peserta berasal dari beragam latar belakang disiplin ilmu, mencerminkan luasnya perhatian generasi muda terhadap isu literasi media dan transformasi digital.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Eks Bioskop Banua Patra, Balikpapan. Lokasi ini dipilih untuk menghadirkan suasana yang inklusif dan mendorong interaksi aktif antara narasumber dan peserta selama kegiatan berlangsung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya literasi media sebagai kompetensi dasar generasi muda. Menurutnya, derasnya arus informasi digital menuntut kemampuan berpikir kritis yang semakin tinggi.
“Generasi muda saat ini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten. Karena itu, kemampuan memilah informasi, memahami etika bermedia, serta menangkal hoaks menjadi hal yang sangat krusial,” ujar Dodi dalam sambutannya.
Dodi menjelaskan bahwa peran generasi muda dalam ruang digital sangat strategis. Media sosial dan platform digital memberi ruang luas untuk berekspresi, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat jika tidak disertai literasi yang memadai.
Memasuki sesi utama, peserta terlebih dahulu mendapatkan gambaran umum mengenai Kilang Balikpapan. Overview ini disampaikan untuk memperkenalkan peran strategis kilang dalam mendukung ketahanan energi nasional serta kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Setelah itu, sesi literasi media disampaikan oleh narasumber dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup praktik dasar jurnalistik, proses verifikasi informasi, serta tantangan yang dihadapi dunia media di tengah disrupsi digital.
Para peserta diajak memahami bagaimana sebuah informasi diproduksi, diverifikasi, dan disebarluaskan. Penjelasan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya sumber informasi yang kredibel dan proses jurnalistik yang bertanggung jawab.
Kolaborasi Ciptakan Ruang Informasi Sehat
Dalam sesi lanjutan, Dodi kembali menegaskan bahwa literasi media bukan hanya menjadi tanggung jawab insan pers. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan terpercaya.
“Literasi media bukan hanya tanggung jawab insan pers, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan dunia industri dan akademisi, kita ingin membekali generasi muda agar mampu menjadi pengguna media yang cerdas, kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” tambah Dodi.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era digital. Dunia industri, akademisi, media, dan masyarakat perlu berjalan seiring agar literasi media dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sesi berikutnya menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian yang juga dikenal sebagai stand up comedian, Gamayel. Dengan pendekatan komunikatif dan gaya penyampaian yang ringan, ia membahas isu serius terkait penyebaran hoaks dan etika bermedia sosial.
Melalui contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Gamayel menjelaskan konsekuensi hukum dari penyalahgunaan informasi digital. Pendekatan humor yang edukatif membuat peserta lebih mudah memahami materi yang kerap dianggap rumit.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi seputar cara mengenali disinformasi, membangun personal branding yang positif, serta peran generasi muda dalam menjaga ekosistem digital yang sehat.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap dampak informasi digital dalam kehidupan sosial. Banyak peserta menyampaikan pandangan kritis mengenai tanggung jawab individu dalam menyebarkan informasi di ruang publik.
Menambah semarak acara, panitia juga menyelenggarakan berbagai kuis interaktif. Peserta yang aktif berpartisipasi mendapatkan cinderamata khas Kilang Balikpapan sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian feedback form dan pembagian sertifikat keikutsertaan seminar. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur efektivitas kegiatan sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk program serupa di masa mendatang.
Melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Media ini, Kilang Balikpapan menegaskan perannya tidak hanya dalam mendukung sektor energi dan industri. Perusahaan juga berkomitmen berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda Balikpapan akan pentingnya literasi media sebagai fondasi membangun masyarakat digital yang sehat dan kredibel.

































