Logo Bloomberg Technoz

Purbaya soal Penyegelan Tiffany & Co: Impor Ilegal Pasti Ditutup

Pramesti Regita Cindy
13 February 2026 07:00

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan perihal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta yang melakukan penyegelan terhadap tiga toko perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta pada Rabu (11/2/2026). Purbaya menuturkan langkah tersebut diambil lantaran adanya dugaan impor ilegal. 

"Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel," kata Purbaya mengutip dari YouTube Kumparan, Jumat (13/2/2026). 

Ia pun menekankan agar pelaku usaha mematuhi segala ketentuan yang berlaku. Sebab pemerintah, kata Purbaya ingin memastikan pasar dalam negeri bersih dari barang-barang ilegal. 


"Jadi semuanya harus main ke legal lagi. Nanti kalau orang Bea Cukai ngapa-ngapain, ditangkap. Dia menjalankan tugasnya supaya pasar kita bersih dari barang-barang ilegal. Supaya pemainnya di sini, fair di dalam negeri," tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta menyegel tiga toko perhiasan mewah milik Tiffany & Co di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place, menyusul dugaan pelanggaran administrasi impor barang bernilai tinggi.