Logo Bloomberg Technoz

Kontrak opsi Bitcoin pada pekan ini memiliki rasio put/call 0,76, dan hal ini memberi gambaran bahwa terdapat lebih banyak kontrak call (long) yang kadaluwarsa daripada put (short). Perdagangan di bursa derivatif untuk opsi yang belum expired menetapkan harga tertinggi baru hanya di US$50.000, turun dibandingkan sebelumnya US$60.000.

Aset kripto. Bloomberg

Trader bertaruh bearish lebih dari US$1 miliar di Bursa Deribit. Laevitas, analis di pasar derivatif menjelaskan bahwa pasar hari ini melibatkan pembelian opsi put dengan harga strike lebih tinggi dan penjualan opsi put dengan harga strike lebih rendah dengan masa berlaku yang sama.

Kamis malam Standard Chartered juga menyampaikan koreksi atas harga Bitcoin sepanjang 2026. Revisi dari Standard Chartered telah terjadi untuk kedua kalinya dalam tiga bulan.

Optisme awal StanChart sebut Bitcoin bisa di jalur US$300.000 hingga akhir tahun, lalu turun menjadi US$150.000, kemudian menyisakan harapan di US$100.000. Sekitar Februari tahun lalu bahkan lembaga keuangan ini sempat menyebut sosok Donald Trump bisa membawa aset kripto Bitcoin mencapai harga US$500.000 hingga akhir masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) kelak.

Geoffrey Kendrick, mewakili StanChart, hari ini berkeyakinan "akan terjadi penurunan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan," dikutip dari Bloomberg News. Dasar analisis ini bertolak pada arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan latar belakang makroekonomi yang melemah. 

Bitcoin sempat ada di zona paling rendah dalam satu bulan terakhir ini pekan lalu, sekitar US$60.033. Upaya pasar untuk rebound selalu gagal karena permintaan spekulatif semakin menipis. Pasar kripto secara keseluruhan telah kehilangan hampir US$2 triliun nilainya dalam periode yang sama.

(wep)

No more pages