Menurut Jeffrey, calon emiten perlu menyesuaikan diri dengan ketentuan baru tersebut. Ke depan, BEI berharap semakin banyak perusahaan besar, baik yang berada di bawah Danantara (BUMN) maupun perusahaan berbasis sumber daya alam, dapat berbagi kepemilikan dengan publik agar masyarakat turut menikmati pertumbuhan perusahaan tersebut.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah BUMN baru dapat dimulai pada 2027, setelah seluruh proses konsolidasi rampung.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan tidak ada BUMN yang akan melantai di Bursa Efek pada tahun ini karena masih menjalani tahapan konsolidasi.
“Untuk tahun ini belum ada perusahaan yang akan kami lakukan IPO,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, terdapat empat tahap sebelum BUMN masuk ke IPO. Pertama, peninjauan fundamental bisnis (fundamental business review). Kedua, konsolidasi seperti merger dan restrukturisasi. Ketiga, penyusunan ulang model bisnis perusahaan hasil konsolidasi. Terakhir, tahap penciptaan nilai (value creation), termasuk penentuan perusahaan yang akan go public atau tetap tertutup.
Danantara menargetkan perusahaan-perusahaan yang telah siap dapat mulai menjalani proses IPO pada 2027.
“Mudah-mudahan tahun 2027 kita akan mulai melakukan proses IPO terhadap perusahaan-perusahaan kita,” kata Dony.
(dhf)































