Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, air hasil produksi juga dikelola sesuai aturan lingkungan, baik melalui injeksi kembali ke reservoir maupun pembuangan yang memenuhi baku mutu lingkungan.

“Untuk mencapai target APBN kita lihat kaji regulasi UU kontrak standar internasional molekul itu sendiri itu NGL yang merupakan bahan baku LPG gitu masuk ke mana, ketika kita masukan ke dalam bagian dari lifting kita bisa mencapai target APBN,” kata Djoko menjawab pertanyaan anggota Komisi XII DPR ihwal NGL, dikutip Kamis (12/2/2026).

Capaian lifting minyak sepanjang 2025./dok. ESDM

Djoko mencontohkan, di Lapangan Cepu, gas ikutan mencapai 155 million standard cubic feet per day (MMscfd) dimanfaatkan bersama air produksi untuk injeksi bertekanan tinggi guna meningkatkan produksi minyak melalui metode enhanced oil recovery (EOR).

Sementara itu, pada sumur dua fasa, gas yang sebelumnya dibakar kini makin dimanfaatkan seiring dorongan kebijakan zero gas flaring.

Untuk sumur satu fasa, minyak langsung dikirim ke kilang, sedangkan gas diperlakukan sesuai komposisinya yang terdiri dari molekul C1 hingga C7+.

Gas dapat disalurkan melalui pipa, diolah menjadi liquified natural gas (LNG) dengan proses pendinginan hingga minus 160 derajat atau menjadi compressed natural gas (CNG).

“Gas dalam reservoir tekanan tinggi temperatur tinggi ketika ke permukaan itu sebagian terkondensasi menjadi kondensat,” ungkap dia.

“Seperti jalan pagi hari ada embun, pagi itu temperatur dingin, perubahan pagi udara terkondensasi menjadi embun, sama dengan gas jadi kondensat asalnya dari gas, tetapi begitu sudah terkondensasi masuklah menjadi minyak. Sejak zaman kita merdeka lifting kita terdiri dari minyak mentah dan kondensat,” tegas Djoko

Selanjutnya, Djoko menyatakan liquified petroleum gas (LPG) tersusun dari molekul propana (C3) dan butana (C4), pada kondisi suhu dan tekanan normal berada dalam bentuk cair. Untuk itu, klaim Dojo, secara definisi LPG merupakan produk minyak bumi, bukan gas.

“Karena salah juga kita terjemahkan LPG itu adalah gas, LPG itu adalah minyak kalau sudah paham. Ini mau kita luruskan definisi UU dalam kontrak kita tuh LPG masuk di minyak. Kenapa selama ini masuk ke gas?” ujar Djoko.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi melaporkan realisasi produksi siap jual atau lifting minyak sepanjang 2025 mencapai 605,3 ribu bph. Realisasi tersebut mencapai 100,05% dari target APBN 2025 sebanyak 605 ribu bph.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi tersebut sekaligus menandakan lifting minyak Indonesia berhasil naik untuk pertama kalinya dalam 9 tahun terakhir.

“Kalau kita lihat target APBN kita 10 tahun terakhir di lifting itu tidak pernah tercapai. Pertama kenaikan lifting kita pada 2008 itu karena ada [Lapangan] Banyu Urip,” papar Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).

Capaian lifting gas sepanjang 2025./dok. ESDM

Dari sisi gas, produksi siap jual sepanjang 2025 tercatat mencapai 951,8 ribu barel setara minyak per hari (boepd), di bawah target APBN sebanyak 1.005 ribu boepd.

“Untuk lifting gas bumi, kita bersyukur karena dari SKK Migas, dari Ditjen Migas, dari tim kita bahwa sekalipun di awal tahun terjadi dinamika yang tinggu untuk ada keinginan impor kurang lebih 40 kargo LNG, berkat kerja keras kita semua, pada 2025 tidak ada kita melakukan impor gas,” kata Bahlil.

Sepanjang 2025, produksi gas bumi Indonesia sebanyak 5.600 BBtud dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri dengan porsi sebesar 69% atau 3.908 BBtud. Sementara itu, gas yang diekspor hanya sebesar 31% atau 1.9691 BBtud.

“Jadi seluruh produksi kita sebagian kita pakai untuk dalam negeri, sebagian untuk ekspor. Kenapa ini kita tidak lakukan untuk minyak? Untuk gas ini harus antara supply dan demand-nya sama, karena dia storage-nya tidak sebesar seperti minyak,” terang Bahlil.

Adapun, perincian pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri antara lain untuk kebutuhan hilirisasi di industri manufaktur dan pupuk sebanyak 37% atau 2.091 BBtud, dan kebutuhan domestik lain sebanyak 32% atau 1.817 BBtud.

(azr/wdh)

No more pages