Analisis Reuters terhadap citra satelit menunjukkan penumpukan pesawat dan peralatan militer lainnya di seluruh kawasan tersebut baru-baru ini.
Secara khusus, pasukan AS di al-Udeid Qatar, pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, memasang rudal ke peluncur truk, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran sejak Januari, sehingga rudal tersebut bisa dipindahkan lebih cepat jika diperlukan.
Oman memfasilitasi pembicaraan antara Iran dan AS pekan lalu, yang menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memungkinkan Teheran menilai keseriusan Washington dan menunjukkan konsensus yang cukup untuk melanjutkan diplomasi. Tanggal dan lokasi tahap pembicaraan AS-Iran selanjutnya belum diumumkan.
"Setelah pembicaraan, kami merasa ada pemahaman dan konsensus untuk melanjutkan proses diplomatik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Baghaei mengatakan kunjungan Ali Larijani, penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, ke Oman pada Selasa telah direncanakan sebelumnya, dan Larijani akan melanjutkan perjalanan ke Qatar, yang juga telah menjadi mediator dalam beberapa krisis di Timur Tengah.
Negosiasi tersebut terjadi setelah Trump mengerahkan satu kapal induk di kawasan tersebut, meningkatkan kekhawatiran akan aksi militer baru.
Trump, yang ikut serta dalam pengeboman Israel tahun lalu dan menyerang situs nuklir Iran, bulan lalu mengancam akan campur tangan secara militer selama penindakan brutal pemerintah terhadap protes nasional di Iran, tetapi akhirnya menahan diri.
(ros)




























