Adapun, pasokan bensin di jaringan SPBU milik Shell Indonesia terpantau masih kosong sampai saat ini. Bensin RON 95 atau V-Power dan BBM RON 98 atau V-Power Nitro+ tidak tersedia di seluruh jaringan SPBU Shell.
Sementara itu, stok BBM RON 92 atau Shell Super tercatat hanya tersedia di jaringan SPBU di wilayah Jawa Timur. Di Jabodetabek, Shell Super terpantau dalam keadaan kosong.
Kondisi tersebut terjadi ketika pasokan BBM di jaringan SPBU BP-AKR justru sudah mulai pulih. Terpantau, seluruh jenis BBM kembali tersedia di BP-AKR; bensin RON 92 atau BP 92, RON 95 atau BP Ultimate, dan solar atau BP Ultimate Diesel.
Begitu juga dengan Vivo, stok BBM RON 92 dan RON 95 terpantau sudah pulih dan tersedia di hampir seluruh jaringan SPBU Vivo di wilayah Jabodetabek.
Saat dimintai konfirmasi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan Shell menjadi badan usaha (BU) hilir migas swasta yang paling terakhir mengajukan pembelian base fuel atau BBM dasaran ke Pertamina.
“[Rekomendasi impor BBM Shell 2026] masih dievaluasi, kan terakhir juga kemarin mereka pemesanan ke Pertamina kan 2025 terakhir,” kata Laode ditemui di Menara Bank Mega, Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya, Wamen ESDM Yuliot Tanjung menegaskan kementeriannya telah memberikan rekomendasi impor BBM kepada operator SPBU swasta untuk tahun ini.
Yuliot mengungkapkan jika dalam proses pengadaan impor BBM tersebut badan usaha mengalami kendala, mereka dapat melakukan kerja sama jual–beli bensin dengan Pertamina.
“Seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses apakah sendiri ataupun itu kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina,” kata Yuliot kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
“Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh badan usaha itu bisa tetap berjalan,” tegasnya.
Lanjut Koordinasi
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian sebelumnya menyebut masih terus berkoordinasi dengan pemerintah ihwal permohonan rekomendasi impor BBM periode 2026, sesuai regulasi yang berlaku.
Meskipun begitu, Ingrid tidak menegaskan apakah perseroan sudah mendatangkan impor BBM menggunakan kuota impor 2026 atau justru masih belum mendapatkan rekomendasi impor tersebut.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan permohonan rekomendasi impor BBM 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” kata Ingrid dalam keterangan resminya, Sabtu (7/2/2026).
Ingrid meyakini pasokan BBM di jaringan SPBU Shell dapat kembali terpenuhi dalam waktu dekat, terlebih terdapat dukungan yang diberikan pemerintah dalam kegiatan usaha yang dilakukan.
(naw/wdh)






























