Logo Bloomberg Technoz

Strategi BEI dan OJK untuk Menjawab Kekhawatiran MSCI

Recha Tiara Dermawan
07 February 2026 14:15

Trading Halt dibuka, IHSG makin jeblok, merosot 8,76% (Diolah)
Trading Halt dibuka, IHSG makin jeblok, merosot 8,76% (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar modal Indonesia tengah berada di bawah sorotan global setelah MSCI Inc. memutuskan untuk membekukan penyesuaian free float saham Indonesia dan meniadakan proses rebalancing indeks yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari 2026, efektif berlaku pada 2 Maret mendatang. 

MSCI menyebutkan, meskipun ada perbaikan data minor dari Bursa Efek Indonesia (BEI), investor global masih menyoroti kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham, termasuk kategorisasi pemegang saham dan potensi perdagangan terkoordinasi, yang dapat mengganggu tingkat investabilitas pasar.

Keputusan MSCI menimbulkan tekanan pada pasar saham domestik. Setelah pembukaan perdagangan, investor asing melakukan aksi jual masif, terutama pada saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, telekomunikasi, dan material dasar.


Tekanan jual yang tidak terbendung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam pada Rabu (28/1/2026) hingga melampaui batas toleransi harian. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit sebagai langkah mitigasi krisis.  Pada Kamis (29/1/2026) pasar kembali mengalami tekanan berat yang memicu trading halt kedua akibat eskalasi sentimen negatif dan respons regulator.

Merespons kondisi tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) mengumumkan serangkaian langkah reformasi pasar modal. Pergantian pejabat kunci dilakukan untuk memulihkan kepercayaan pasar.