“Berdasarkan POJK Nomor 13 Tahun 2025, fungsi riset pada anggota bursa wajib dijalankan secara independen dan terpisah dari fungsi lain untuk menghindari benturan kepentingan,” ujar Irvan.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Samuel Sekuritas yang juga merupakan underwriter RLCO saat penerbitan perdana saham (IPO) mengeluarkan riset terkait target harga saham. Dalam riset tersebut, Samuel mencantumkan harga fantastis hingga Rp80.000/saham dan meramalkan RLCO masuk dalam indeks bergengsi MSCI.
Target harga tersebut muncul di tengah reli tajam saham RLCO sejak penawaran umum perdana (IPO). Saat ini, saham RLCO berada di posisi Rp6.075/saham atau turun 10%. Saham RLCO telah melonjak sekitar 3.516,07% dibandingkan harga IPO sebesar Rp168/saham pada 8 Desember 2025.
Seiring lonjakan harga tersebut, kapitalisasi pasar RLCO membengkak menjadi sekitar Rp18,98 triliun, meskipun emiten ini baru berstatus perusahaan tercatat dalam waktu relatif singkat.
(ain)


























