Logo Bloomberg Technoz

Rupiah NDF dalam Mode Defensif, Bagaimana Proyeksi Spot Hari Ini?

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 February 2026 08:26

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) susut tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, menyusul penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan data pertumbuhan ekonomi yang rilis kemarin.

Hari ini (6/2/2026), rupiah offshore dibanderol Rp16.891/US$, menyusut 0,01% pada pembukaan dan tak berselang lama, kembali melemah 0,03% ke posisi Rp16.895/US$. 

Kemarin, rupiah offshore sempat merosot sebanyak 0,47% pada penutupan perdagangan. Hal ini mengindikasikan respons pasar terhadap aset rupiah di tengah penguatan dolar AS yang menguat 0,21% ke level 97,824.


Dari pasar domestik, tekanan masih terus berlanjut. Peringatan beruntun dari MSCI dan Moody’s, yang mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, agaknya jadi rem serius bagi rencana pelonggaran aturan defisit anggaran yang dilakukan pemerintah. 

“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit ditebak, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.