Logo Bloomberg Technoz

Alasan Moody’s cukup jelas, “menurunnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan serta mengindikasikan pelemahan tata kelola,” katanya. 

Moody’s tetap mempertahankan peringkat Baa2 untuk utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang lokal dan asing, dua tingkat di atas status non-investment grade. Meski masih masuk dalam level investment grade, penurunan outlook membawa dampak signifikan terhadap aset keuangan Tanah Air, karena menyangkut kredibilitas dan kepercayaan publik. 

Perubahan outlook Moody’s menjadi negatif ini semakin mempertegas kekhawatiran bahwa ketidakpastian arah kebijakan dapat menggerus kepercayaan investor. 

Bagi pasar surat utang, risiko fiskal yang tidak diimbangi reformasi penerimaan negara akan mendorong kenaikan yield dan mempersempit basis investor jangka panjang. Sementara bagi pasar saham, ancaman MSCI untuk menurunkan bobot Indonesia, bahkan hingga status frontier market, berarti risiko kehilangan akses ke kantong dana institusional global yang selama ini menjadi penopang stabilitas arus masuk portofolio.

Sebagai catatan, realisasi penerimaan pajak 2025 tercatat Rp1.917,6 triliun, atau 87,6% dari target APBN yang sebesar Rp2.189,3 triliun, alias mengalami shortfall Rp271,7 triliun. Di tengah kebutuhan pendanaan yang masif, kondisi ini membuat defisit anggaran 2025 melebar ke 2,92% dari PDB. 

Investor masih mencermati arah kebijakan fiskal, meski pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11% dan cadangan kas darurat sudah dimanfaatkan, ruang kebijakan ke depan diproyeksikan akan semakin sempit. 

Bagi investor asing, ini menjadi sinyal bahwa bantalan fiskal tidak lagi setebal sebelumnya. Dalam konteks ini, menjaga aturan defisit, baik pada batas tahunan 3% PDB maupun versi kumulatif lima tahunan, bukan sekadar kepatuhan hukum, melainkan prasyarat untuk menahan tekanan pada rupiah juga mendapatkan kembali kepercayaan publik dan investor.  

Tekanan ini juga terjadi nilai tukar rupiah yang semakin melemah. Pada pukul 09:45 WIB, rupiah semakin susut sebanyak 0,33% ke Rp16.887/US$ setelah penyusutan pada pembukaan pagi tadi melmeah 0,23% di Rp16.868/US$.

(riset/aji)

No more pages