Logo Bloomberg Technoz

Moody's Ubah Outlook RI, Airlangga Kasih Paham

Pramesti Regita Cindy
05 February 2026 21:10

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Pramesti Regita Cindy/Bloomberg Technoz)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Pramesti Regita Cindy/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons keputusan lembaga rating Moody’s yang mempertahankan rating Indonesia Baa2 tetapi mengubah outlook dari stabil menjadi negatif.

Menurut Airlangga, perubahan outlook tersebut karena banyak lembaga rating yang belum memahami arah kebijakan terbaru di Indonesia. Tahun ini pemerintah banyak menggelontorkan anggaran untuk program unggulan Prabowo seperti makan bergizi gratis, koperasi merah putih, dan untuk pelayanan masyarakat menggunakan APBN.

Adapun untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi dan investasi menggunakan BP Danantara. Hadirnya lembaga baru ini juga untuk menjawab kritik soal lembaga BUMN yang selalu diminta oleh investor asing untuk dipisahkan dari engara dan bergerak seperti sektor swasta.


“Itu yang membedakan. Sebelumnya investasi pakai anggaran, pakai APBN, tetapi kali ini bukan melalui APBN. ini yang banyak yang belum dipahami rating agency dan banyak pasar keuangan global belum paham,” ungkap Airlangga dalam Acara Pertemuan Tahunan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah sedang melakukan reformasi di pasar modal. Bentuknya mulai dari demutualisasi BEI, kebijakan free float saham jadi 15%, pembukaan ultimate beneficial owner (UBO) hingga tindakan tegas bagi yang melanggar atau mencoba mengakali peraturan.