Logo Bloomberg Technoz

Sepertinya aksi jual massal (sell off) terhadap emas didasari oleh motif ambil untung (profit taking). Maklum, harga aset ini sudah melambung tinggi.

Sepanjang tahun lalu, harga emas naik hampir 65%. Tren positif berlanjut pada awal 2026, di mana harga sempat reli hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.500/troy ons dalam perdagangan intraday.

Namun sejak menyentuh rekor tertinggi pada Kamis pekan lalu, aksi profit taking begitu masif. Akhir pekan lalu, harga emas ambrol 9% dalam sehari.

Pekan ini, fluktuasi harga emas begitu tinggi. Anjlok hampir 5% pada Senin, melesat 6% lebih pada Selasa, naik terbatas pada Rabu, dan jatuh lagi pada Kamis.

“Reli harga emas yang begitu ekstrem memang memunculkan risiko koreksi yang ekstrem pula. Sepertinya semua orang mengikuti tren yang sama dalam waktu bersamaan. Kita melihat ini terjadi di emas,” tegas Mark Dowding, CEO RBC BlueBay Asset Management, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages