Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Kyiv, Zelenskiy mengatakan pasukan Rusia sekali lagi "mengabaikan upaya pihak Amerika." Negosiasi antara pejabat Ukraina, Rusia, dan AS di Uni Emirat Arab akan membantu "mengukur kesediaan Rusia untuk berkompromi," katanya, saat tim-tim tersebut bertukar umpan balik dari para pemimpin mereka.
Zelenskiy mengatakan Rusia menyerang Ukraina dengan 32 rudal balistik dan 11 rudal jenis lain yang mendekati sasaran mereka di sepanjang lintasan balistik, serta 28 rudal jelajah. Serangan tersebut juga melibatkan 450 drone serang, sebagian besar di antaranya adalah "Shahed" yang dilengkapi bahan peledak.
Serangan itu, lanjut Zelenskiy, menyebabkan kerusakan terbesar pada fasilitas energi dan infrastruktur sipil di Kharkiv di timur Ukraina dan Dnipro di pusat negara. Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya, termasuk Odesa dan Zaporizhzhia di selatan, juga terkena serangan saat suhu turun di bawah -20°C (-4°F).
Menurut Wali Kota Vitali Klitschko, warga di dua distrik timur Kyiv tidak memiliki pemanas akibat pemadaman listrik darurat. Wali Kota Ihor Terekhov mengatakan di Telegram bahwa pemanas dimatikan setidaknya di 820 bangunan, termasuk blok perumahan bertingkat di Kharkiv. Gubernur Oleh Kiper mengungkap sekitar 50.000 orang di wilayah Odesa tak memiliki aliran listrik.
Serangan berlanjut ketika Rutte tiba di Kyiv pada Selasa, di mana ia bertemu dengan Zelenskiy. Dalam pidatonya di parlemen, Rutte memuji ketahanan negara tersebut dan memperkuat janji sekutu mengenai bantuan militer pascaperang.
Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, mengatakan pembangkit listrik tenaga termalnya mengalami kerusakan signifikan pada peralatan akibat serangan Selasa.
Polandia, negara tetangga Ukraina, mengerahkan jet tempur sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan standar untuk melindungi wilayah udaranya.
Pembicaraan di Uni Emirat Arab pekan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan dua hari di Abu Dhabi bulan lalu. Setelah itu, Trump mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui permintaannya untuk menghentikan serangan terhadap Kyiv dan kota-kota lain selama seminggu karena kondisi musim dingin ekstrem.
Sebagai imbalannya, Ukraina mengatakan akan menahan diri dari serangan rutin yang menargetkan kilang minyak Rusia dan fasilitas lainnya.
"Memanfaatkan hari-hari terdingin musim dingin untuk meneror orang lebih penting bagi Rusia daripada beralih ke diplomasi," kata Zelenskiy dalam unggahan sebelumnya. "Tanpa tekanan pada Rusia, perang ini tidak akan pernah berakhir."
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Jumat bahwa Putin setuju menghentikan serangan terhadap Kyiv hingga 1 Februari. Pada Senin, dia tidak memberikan indikasi perpanjangan kesepakatan tersebut.
Serangan Rusia terus berlanjut terhadap infrastruktur lain, termasuk transportasi, selama periode ini.
CEO DTEK, Maxim Timchenko, mengatakan kepada Bloomberg pada Senin bahwa perusahaan membutuhkan setidaknya dua hingga tiga minggu gencatan senjata untuk memulihkan operasi di pembangkit listriknya, dan ia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan pemadaman listrik lebih lanjut di Kyiv dan kota-kota lain selama musim dingin.
(bbn)






























