"Saya sudah memberi tahu manajemen bursa beberapa bulan lalu dari praktik manipulasi tersebut, tetapi mereka tidak melakukan apapun," tutur Purbaya.
"Jadi, bagi saya, peringatan MSCI adalah hal yang baik, karena saya dapat menulis surat kepada mereka untuk memperbaiki praktik pasar ke arah yang lebih baik."
Sebelumnya, sejumlah lembaga pemeringkat global seperti Goldman Sachs resmi menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, yang mencerminkan kekhawatiran jika pasar saham Indonesia akan memburuk.
Selain Goldman, UBS Group AG juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan kekhawatiran MSCI yang menilai kurangnya kelayakan investasi imbas isu free float itu dapat memicu arus keluar lebih dari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier dari emerging market
Terbaru, Nomura, pengelola investasi asal Jepang juga turut menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight, yang juga lagi-lagi diakibatkan oleh isu tersebut.
“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, dalam catatannya, melansir Bloomberg News.
(lav)




























