Indikator risiko Indonesia juga menunjukkan kenaikan. Premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 29 Januari 2026 tercatat sebesar 75,31 basis poin, lebih tinggi dibandingkan posisi 23 Januari 2026 di level 73,05 basis poin.
Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga 29 Januari, nonresiden masih mencatatkan beli neto Rp4,84 triliun di pasar saham dan Rp6,18 triliun di SRBI. Adapun di pasar SBN, investor asing membukukan jual neto sebesar Rp0,10 triliun.
(ell)
No more pages


























