Logo Bloomberg Technoz

Adapun terkait saham-saham yang kerap mengalami kenaikan harga signifikan hingga auto rejection atas (ARA) dalam beberapa hari berturut-turut, Jeffrey memastikan bahwa sistem pengawasan BEI tetap berjalan.

"Mekanisme pengawasan tetap berjalan. Nanti penentuan apakah ada pelanggaran atau tidak itu tentu harus melalui proses yang proper," ujarnya. 

Pada kesempatan sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta BEI untuk segera menerbitkan serta melakukan tindakan atas saham gorengan hingga maret tahun ini. 

Hal ini diutarakan merespons terjungkalnya indeks harga saham gabungan (HSG) pada perdagangan Rabu (29/1/2026) hingga mencapai lebih dari 8% akibat sentimen yang dibuat Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Sekarang bulan apa? Maret. Kalau sampai akhir Maret nggak jalan, saya akan ke sana [BEI], sebagai Ketua KSSK [Komite Stabilitasi Sistem Keuangan]. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu," ujar Purbaya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, pekan ini.

Purbaya mengaku anjloknya IHSG hingga sempat terjadi pembekuan perdagangan saham sementara atau trading halt beberapa hari kebelakang tak lepas dari masih maraknya pelaku saham gorengan tersebut.

Persoalan itu juga yang turut membuat MSCI membekukan kebijakan indeks khusus bagi saham-saham Indonesia lantaran masih ada persoalan serius terhadap transparansi kepemilikan saham dan mekanisme penilaian free float yang belum memadai.

MSCI juga menilai data kepemilikan saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) belum cukup bisa diandalkan dan peningkatan data dari BEI belum mengatasi masalah fundamental terkait investability dan pembentukan harga yang wajar.

"IHSG jatuh karena berita MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham," tutur Purbaya. "Saya sudah bilang dari pertama itu waktu saya di bursa kan, saya bilang dia minta insentif. Saya bilang perbaiki pasar saham dari ulah para penggoreng saham. Sebetulnya arahnya ke situ."

-Dengan asistensi Azura Yumma Ramadani Purnama dan Whery Enggo Prayogi.

(azr/wep)

No more pages