Selain mengimbau konsumsi makanan yang lebih aman, Budi menegaskan pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi dari sisi deteksi dini. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan reagen PCR untuk pemeriksaan virus Nipah.
Ia menyebut reagen tersebut kini sudah ditempatkan di Kemenkes dan didistribusikan ke sejumlah laboratorium milik pemerintah di berbagai daerah.
“Kami sekarang menyiapkan reagennya ditaruh di Kemenkes, kami distribusikan ke beberapa laboratorium milik Kemenkes di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dengan penyebaran reagen PCR ini, pemerintah berharap jika ditemukan kasus yang mencurigakan, pemeriksaan dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu pengiriman dari pusat.
“Jadi kalau ada yang berspekulasi, kita bisa langsung mendistribusikan ke lab-lab di daerah,” kata Budi.
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, dengan menerapkan pola hidup bersih, mengonsumsi makanan matang, serta lebih memilih buah yang aman untuk mencegah potensi penularan penyakit zoonosis seperti virus Nipah.
(ain)



























