Logo Bloomberg Technoz

Langkah tersebut menimbulkan gelombang kejut di berbagai negara tempat Lukoil beroperasi, sehingga mendorong sejumlah pemerintah untuk mendesak Washington agar memberikan lisensi khusus.

Lukoil pada Oktober lalu mengumumkan telah sepakat menjual aset internasionalnya kepada trader energi Gunvor Group, namun kesepakatan itu gagal setelah Departemen Keuangan AS menggambarkan Gunvor sebagai “boneka” Kremlin.

Sejak saat itu, aset-aset tersebut menarik perhatian perusahaan-perusahaan besar, termasuk Exxon Mobil Corp., Chevron Corp., dan Abu Dhabi National Oil Co.

Sebagai perusahaan minyak Rusia dengan diversifikasi internasional paling luas, Lukoil memiliki kepemilikan di kilang-kilang Eropa, kepentingan signifikan di ladang minyak dari Irak hingga Kazakhstan, serta jaringan sekitar 5.300 stasiun pengisian bahan bakar di 20 negara.

Bisnis perdagangan minyak internasionalnya terpaksa menghentikan operasi di beberapa lokasi.

Di Amerika Serikat, stasiun bensin yang terkait dengan perusahaan mengalami masalah pada sistem pembayaran kartu, sementara unit ritel bahan bakarnya, Oy Teboil Ab, mengajukan kebangkrutan di Finlandia.

Pengecualian khusus yang memungkinkan sejumlah operasi dan transaksi Lukoil tetap berjalan telah beberapa kali diperpanjang, namun sebagian besar dijadwalkan berakhir pada 28 Februari.

(bbn)

No more pages