Menanggapi kekhawatiran soal transaksi margin yang dinilai memperparah tekanan jual, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengakui bahwa mekanisme margin memang berkontribusi terhadap aksi forced sell pada sejumlah saham.
“Suka tidak suka memang ada pengaruh dari transaksi margin, karena for sale dan lain-lain. Tapi sejauh ini kami terus memantau anggota bursa yang memberikan fasilitas margin,” ujar Irvan.
Namun, Irvan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya masalah sistemik terkait transaksi margin, meskipun sejumlah saham margin mengalami penurunan tajam di kisaran 7% hingga 15%.
“Sejauh ini saya pikir belum ada isu problem dari margin. Tapi memang kemungkinan besar ada forced sell karena beberapa saham margin sudah turun cukup dalam,” katanya.
Irvan menambahkan bahwa tekanan jual asing relatif terbatas dibandingkan total transaksi harian. Pada sesi I perdagangan hari ini, net outflow asing tercatat sekitar Rp3 triliun dari total nilai transaksi yang mencapai Rp30 triliun.
Dia menyebut investor domestik masih mendominasi perdagangan dan asing masih tercatat membukukan beli bersih. “Di sisi lain, berdasarkan data C1, investor lokal masih net buy,” imbuhnya.
Terkait kemungkinan penyesuaian kebijakan margin untuk investor ritel, BEI menegaskan belum akan mengambil langkah reaktif dalam waktu dekat.
“Kami lihat dulu. Jangan terlalu reaktif terhadap suatu kejadian. Kepanikan ini kita anggap masih wajar. Yang penting sekarang kita datang ke market untuk mengonfirmasi bahwa kami tetap berupaya yang terbaik,” katanya.
Sebagai informasi, pada perdagangan hari ini IHSG turun signifikan memicu trading halt pada sesi II perdagangan. Anjloknya indeks komposit dipicu pengumuman oleh MSCI terkait pembekuan sejumlah saham-saham yang masuk ke dalam indeks tersebut.
IHSG di tutup di level 8.320 atau turun 7,35% pada perdagangan hari ini. Sebanyak 60,85 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp45,50 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa anjlok ke posisi Rp15.121 triliun dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.
(dhf)




























