Logo Bloomberg Technoz

BEI Akui IHSG Trading Halt Juga Dipicu Margin Call

Artha Adventy
28 January 2026 19:15

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual yang memicu trading halt pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (28/1/2026), dinilai tidak lepas dari panic selling investor, khususnya investor ritel yang saat ini mendominasi struktur pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut kepanikan di pasar lebih bersifat perilaku (behavioral), bukan semata-mata akibat persoalan fundamental atau mekanisme perdagangan seperti margin.

“Panik itu, kan, behavior. Justru makanya hari ini kami direksi juga menyampaikan komitmen yang kami lakukan. Kami tidak diam saja. Bursa, OJK, dan KSEI juga tidak tinggal diam,” ujar Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/1/2026).


Ia menekankan pentingnya peran media dalam membantu menenangkan pasar, terutama investor ritel domestik, agar tidak ikut-ikutan melakukan aksi jual berlebihan di tengah sentimen negatif.

“Perlu ada yang meyakinkan bahwa ini juga ada positive sisi positifnya. Apa yang terjadi hari ini bukan kondisi terburuk dan belum end of the worst condition. Pengumuman MSCI ini juga belum final,” jelasnya.