Lebih jauh, Taruna mengungkapkan Whip Pink dapat disalahgunakan yakni dengan gas N₂O dihirup langsung dari cartridge, dari balon yang diisi gas, atau bahkan dari kantong plastik yang ditutupkan ke kepala. Efek yang dicari adalah sensasi “high” singkat atau nge-fly yang kerap disamakan dengan poppers. Penggunaan tersebut juga pernah terjadi seperti halnya penggunaan efek sensasi lain pada lem atau cat.
Efek samping
Adapun efek samping penyalahgunaan Whip Pink terjadi dengan cepat yang hanya bertahan beberapa detik hingga satu-dua menit yaitu sensasi kesemutan, pusing, rasa tenang atau rileks, namun disertai bicara pelo dan gangguan koordinasi.
“Dalam jangka pendek, penggunaan whippets dapat mengganggu fungsi kognitif dan kemampuan motorik, yang berpotensi berujung fatal. Beberapa penelitian juga mencatat adanya risiko gangguan psikis, seperti halusinasi dan paranoia,” kata Taruna dalam keterangan yang diterima Bloomberg Technoz, Selasa (27/1/2026).
Sementara untuk efek jangka panjang berpotensi merusak sistem saraf, otot, ginjal, dan hati, pembekuan darah.
Taruna menyebut salah satu dampak yang paling disorot adalah defisiensi vitamin B12 yang parah yang menyebabkan gangguan saraf dan kelemahan otot berat hingga perlu dirawat.
Bahkan dalam kasus kronis, kondisi ini bahkan bisa menyerupai sindrom Guillain-Barré, yakni ketika sistem imun menyerang saraf tubuh sendiri. Pada kondisi ekstrem, penderita berisiko kehilangan fungsi otot secara permanen.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga memperingatkan bahwa menghirup nitrous oxide dapat memicu berbagai gejala serius, mulai dari gangguan sel darah, sesak napas, pembekuan darah, gangguan saraf, kesulitan berjalan, hingga dalam beberapa kasus menyebabkan kematian
“FDA juga memperingatkan bahwa menghirup nitrous oxide dapat memicu berbagai gejala serius, mulai dari gangguan sel darah, sesak napas, pembekuan darah, gangguan saraf, kesulitan berjalan, hingga dalam beberapa kasus menyebabkan kematian,” jelas Taruna.
Di sisi lain, Taruna menuturkan secara fisik, Whip Pink tidak menimbulkan ketergantungan seperti narkotika jenis kokain atau heroin. Namun, bisa berdampak ketergantungan psikologis.
Dalam kaitan itu, BPOM menyarankan fenomena Whip Pink menjadi pengingat bahwa produk bahan apapun dapat disalahgunakan. Karena itu, kewaspadaan orang tua dan pengasuh sangat dibutuhkan.
“Jangan pernah coba-coba menghirup zat berbahaya atau menyalahgunakan yang akan menyebabkan masalah kesehatan serius,” ucap Taruna.
(mfd)


























