Logo Bloomberg Technoz

Trading Halt Dibuka, IHSG Malah Jatuh Makin Dalam Sebesar 8,76%

Muhammad Julian Fadli
28 January 2026 14:43

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejatuhan IHSG pada siang hari ini semakin dalam, biarpun telah terjadi Trading Halt 30 menit tadi. IHSG jatuh 8,76% ke level 8.193,77 pada Rabu (28/1/2026), sekaligus menjadi yang terendah sejak November 2025 hanya dalam satu hari perdagangan saham.

Sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari ini IHSG makin anjlok di zona merah, dengan tekanan jual yang makin deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 8.596,17 sampai dengan terendahnya hingga menyentuh 8.187,73.

Transaksi perdagangan saham didominasi aksi jual dengan volume mencapai 49,15 miliar saham dan nilai transaksi Rp35,53 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 3,21 juta kali diperjualbelikan.


Hanya ada 28 saham yang menguat. Sedang sebanyak–banyaknya 768 saham melemah dan 8 saham lainnya tidak bergerak.

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham atau Trading Halt, namun memang, tekanan jual dan panic selling terlihat tidak reda– pelemahan IHSG terus berlanjut.