Logo Bloomberg Technoz

“Whip itu kandungannya adalah Nitrogen Oksida, N2O. N2O ini memberikan efek bisa rileks dan seterusnya,” katanya.

Namun, Taruna mengingatkan bahwa penggunaan di luar peruntukan dapat membawa risiko besar bagi tubuh. Dalam kapasitas dan kualitas tertentu, zat tersebut dapat memengaruhi sistem darah dan memicu ketergantungan. Lebih jauh, Taruna menjelaskan bahaya ketika kadar Nitrous Oxide dalam tubuh meningkat dan oksigen berkurang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan suplai oksigen ke jaringan tubuh atau iskemia

“Pada saat Nitrogen Oksida-nya menurun (masuk), oksigennya terkoneksinya berkurang, terjadi iskemia. Iskemia itu orang akan merasa kesemutan,” jelasnya.

Menurut Taruna, iskemia dapat memicu rasa sakit dan nyeri hebat. Jika kondisi ini berlanjut, dampaknya bisa fatal hingga menyebabkan kematian.

“Akibat dari rasa sakit dan nyeri itu, ujung-ujungnya bisa meninggal,” tegasnya.

Taruna menambahkan, BPOM menaruh perhatian besar terhadap potensi penyalahgunaan Nitrous Oxide. 

Pengawasan diperlukan agar produk yang seharusnya aman untuk industri pangan tidak beralih fungsi menjadi zat yang disalahgunakan.

Whip Pink sendiri tercantum jelas sebagai produk pendukung pembuatan krim kocok dan kreasi makanan serta minuman. Di laman resminya, produk tersebut dijelaskan menggunakan Nitrous Oxide yang umum dipakai di dapur profesional maupun rumahan.

Namun, perhatian publik bergeser karena gas ini belakangan dikaitkan dengan tren whippets, yakni inhalasi ilegal untuk mendapatkan sensasi mabuk singkat. Fenomena ini pun memunculkan diskusi lebih luas mengenai bahaya Nitrous Oxide, terutama karena zat tersebut relatif mudah diperoleh dan kerap disalahpahami sebagai aman.

Di berbagai negara, tren whippet telah lama menjadi sorotan otoritas kesehatan. Kini, kekhawatiran serupa mulai mencuat di Indonesia seiring meningkatnya perbincangan warganet di media sosial, sementara BPOM menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak kesehatannya.

(dec)

No more pages