Logo Bloomberg Technoz

BI akan Lanjutkan Debt Switching dengan Pemerintah pada 2026

Sultan Ibnu Affan
28 January 2026 12:14

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali berencana untuk melakukan program debt switching dengan pemerintah pada tahun ini, sebagai bagian dari arah bauran kebijakan guna mendukung ekspansi likuiditas.

Debt switch merupakan mekanisme pembelian surat utang lama yang mendekati jatuh tempo dengan menerbitkan surat utang baru yang memiliki jangka waktu lebih panjang.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rencana tersebut sedang disusun secara komprehensif soal perhitungan kebutuhan likuiditas yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.


Hal ini dilakukan dengan tetap menyasar pada pembelian instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan bersamaan dengan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Dalam pembelian SBN itu, bisa termasuk melalui debt switching," ujar Perry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip Rabi (28/1/2026).